Aksi Mulia Bocah Cilik Rafi Jafar Bebaskan Bumi dari Sampah Elektronik

By 31 August 2017Kisah Inspiratif

WADAHNYA berwarna hijau daun. Lalu tertera tulisan ‘e-waste drop zone’. Itulah tanda kotak sampah elektronik yang digagas Rafi Jafar atau yang akrab disapa RJ.

Kotak sampah khusus itu bakal ditemui di SD Cikal, SMP Lab School Kebayoran Baru, Kowani di Jl Imam Bongol Menteng, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Depok.

"Drop box di Jakarta dulu. Jangan buang sampah elektronik sembarangan. Kan seperti chip HP itu ada emasnya lho, bisa dapat profit dari situ. Kadang orang main hancur-hancurin aja untuk diambil chipnya dengan tangan kosong, padahal racun B3-nya itu bisa bahaya," terang RJ seperti dilansir dari detik.com.

Yang bicara tadi usianya masih belia lho! Bisa dibilang sedang beranjak remaja bila dilihat tanggal lahirnya pada 7 Februari 2003. Meski usianya belia tapi kepedulian terhadap lingkungan terbilang tinggi. Bahkan pandangannya begitu visioner.

Terbukti, dia sangat peduli sekali terhadap ancaman sampah elektronik. RJ tak ingin planet yang dihuninya berisikan sampah-sampah yang membahayakan kelangsungan hidup makhluk hidup.

Rafa Jafar aktif mengkampanyekan bahaya sampah elektronik (instagram)

Bukan cuma menggagas tempat sampah khusus limbah elektronik, melainkan sudah melangkah jauh sampai menulis buku seputar e-waste saat usianya menginjak 11 tahun. Setahun kemudian, buku itu resmi terbit dengan sampul hijau. Warna yang sama dengan ‘kotak sampah’ miliknya.

RJ terus konsisten dengan perjuangannya seputar bahaya laten dari sampah elektronik. Rutinitasnya banyak dihabiskan untuk mengkampanyekan e-waste. Seringkali dia keliling beberapa kota demi membangun kepedulian orang lain terhadap masalah ini.

Sang ibunda pun mendukung perjuangan si buah hati. Bahkan turut membimbing untuk mendapatkan pabrik daur ulang limbah elektronik. Pencariannya membuahkan hasil. Ada pabrik ulang limbang elektronik yang berkedudukan di Singapura.

RJ bakal menyetorkan limbah elektronik itu dari kotak sampah ‘e-waste drope zone’ yang disebarnya di beberapa titik. Begitu penuh, maka RJ akan menghubungi pihak pabrik untuk mengangkutnya.

Menyediakan kotak sampah khusus limbah elektronik adalah bukti nyata betapa RJ sayang terhadap bumi. Bukti lainnya, RJ tetap konsisten untuk menyebarluaskan betapa bahayanya limbah elektronik itu lewat gerakan e-waste.

Misalnya saja bila terbakar, maka hasil pembakarannya bisa menimbulkan masalah pada pernafasan. Kalau pun ditimbun, justru tanahnya bakal tercemar yang merembet ke tanaman. Bila tanaman itu dikonsumsi manusia, kanker adalah akibatnya.

Yuk, bantu RJ dalam usahanya membersihkan Indonesia dari sampah elektronik!