Barisan Anak Muda yang Temukan Listrik dari Sumber yang Tak Disangka-sangka

DI MANA ada kemauan, di situ ada jalan. Cocok deh pepatah itu disematkan ke barisan anak-anak muda ini. Sejak dini mereka sudah mendarmabaktikan ilmu dan pengetahuannya mencari sumber energi alternatif non fosil.

Tanpa kenal lelah, mereka menggelar riset yang tentu saja menghabiskan waktu yang tak sedikit. Semua kemampuan dikerahkan. Semua ilmu dikeluarkan. Dan semua tenaga disalurkan. Hasilnya? Sudah pasti bikin takjub dan kagum!

Contohnya adalah Bagas Pramana Putra. Anak muda berstatus siswa SMA Taruna Nusantara ini sukses membuktikan energi alternatif itu ternyata dapat dihasilkan dari benda-benda sekeliling. Dia memamerkan terobosan teknologi dengan memanfaatkan genteng sebagai sumber listrik.

Iya, enggak salah. Genteng bisa jadi sumber listrik. ”Alat penghasil listrik itu dinamai Genteng Triko,” kata Bagas yang ditemani pembimbingnya, Amin Sukarjo, seperti dikutip dari Liputan6.com.

Kok bisa kepikiran seperti itu?

Usut punya usut, ternyata ide Bagas itu sebelas dua belas dengan ide Elon Musk. Itu si bule asal Amerika yang punya inovasi mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Tapi mahzab Bagas sedikit beda. Dia memilih mengubah energi panas menjadi listrik.

Energi panas sendiri berlimpah di Indonesia yang beriklim tropis. Nyaris sepanjang tahun, negeri di lintangan khatulistiwa ini selalu terpapar matahari. Itulah mengapa Bagas kepikiran memaksimalkan energi panas itu diubah menjadi energi listrik.

Ide itu dikejawantahkan lewat Genteng Triko. Di tangan Bagas, genteng ini mendadak sakti karena fungsinya tak sekadar menyerap sinar matahari tapi juga menyulap panas jadi energi listrik. Kesaktian genteng itu berkat adanya sel dan ion yang dicampur dengan air laut.

Bagas cerita bikin Genteng Triko ini terinspirasi dari batu baterai. Batu baterai yang habis masa pakainya biasanya langsung dibuang. Padahal, limbah baterai termasuk berbahaya dan mengancam lingkungan.

Nah, di sinilah otak Bagas langsung berputar bagaimana memanfaatkan limbah baterai itu untuk disulap menjadi energi terbarukan. Setidaknya butuh waktu dua tahun bagi Bagas untuk meneliti manfaat dari limbah baterai itu. Peralatan dan dana yang terbatas tak menyurutkan Bagas untuk merealisasikan idenya tersebut.

Empat mahasiswa UB bersama inovasinya (teknik.ub.ac.id)

Temuan unik lainnya berasal dari empat sekawan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang. Mereka mengembangkan konsep polisi tidur yang berfungsi menghasilkan listrik yang dinamai POTRET (Polisi Tidur Penghasil Energi Terbarukan). “Kami memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang kami tempatkan di bawah polisi tidur,” kata ketua Tim POTRET Doni Darmawan Putra.

Energi tersebut diubah lewat rangkaian alat menjadi energi kinetik sehingga mampu memutar rotor dari generator listrik. Dalam prinsip mesin listrik, perubahan kecepatan dalam suatu medan magnet akan menghasilkan tegangan terinduksi pada sisi stator generator DC.

Lantas energi itu disimpan pada aki yang bisa disalurkan untuk penerangan jalan atau kebutuhan listrik lainnya. Doni memaparkan hitungan eksak listrik yang bisa dihasilkan dari polisi tidur.

Jadi andaikan sehari ada seribu kendaraan melintas dengan berat rata-rata 1.000-2.000 kg, maka rotor akan berputar sampai 1.250 RPM. Perputaran itu cukup untuk menyalakan empat lampu berdaya 40 watt selama 10 jam. Wih!

Keren kan anak-anak muda Indonesia. Mereka sudah memikirkan solusi penggunaan energi baik yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah ditemukan di sekeliling kita.

Foto-foto: Liputan6.com, teknik.ub.ac.id