Beda Gas Alam dengan LPG dan LNG Bukan Sekadar Komposisinya

By 28 September 2017Umum

MUNGKIN sudah tak asing lagi dengan istilah LPG, LNG, atau pun gas alam. Kebanyakan cenderung menyeragamkan ketiganya dengan sebutan ‘gas’. Padahal tiga komoditas itu punya karakter yang berbeda, baik dari segi pemanfaatkan maupun perlakuannya.

LPG dan LNG memang sama-sama gas cair dengan maksud mudah untuk diangkut tanpa perlu jaringan pipa atau infrastruktur khusus. Meski begitu, keduanya punya kandungan berbeda. LPG atau liquefied petroleum gas lebih banyak kandungan Propana dan Butana.

Jenis ini punya massa jenis yang lebih besar dari LNG. Biasanya LPG berbentuk zat cair tapi ketika pada suhu dan tekanan normal keluar dari tabung berubah menjadi gas. Lantaran tekanan untuk mencairkan gas ini rendah dan mudah disimpan, LPG cocok digunakan untuk konsumen rumah tangga.

Lain lagi dengan LNG alias liquefied natural gas yang kandungannya didominasi metana dan etana yang didinginkan di suhu minus 150 derajat celcius. Pemanfaatnya sendiri membutuhkan infrastruktur khusus.

Kemudian ada lagi gas alam atau yang akrab disebut gas bumi karena bersumber dari bahan baka fosil berbentuk gas. Kandungan utama gas alam adalah metana dan juga ada komponen etana, propana sampai butana.

Selain dari fosil, gas alam juga dihasilkan dari pembusukan bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain fosil. Yang terakhir ini sering disebut biogas.

Dari sini sudah jelas perbedaannya. Gas alam itu bukan LPG. Lihat saja komposisinya yang sudah berbeda. Komponen LPG adalah propane dan butane, sedangkan gas alam didominasi metana yang membuat hasil pembakarannya lebih bagus.

PGN menggelar pelatihan masak (Marketeers)

Perbedaan yang paling kentara terlihat dari distribusinya. LPG sering ditemui sudah dalam kemasan tabung, sedangkan gas alam disalurkan melalui jaringan pipa. Mirip dengan PDAM karena ada meterannya juga.

Nikmat lainnya dari gas alam adalah harganya yang cenderung lebih miring. Tengok saja harga gas alam yang diatur BPH Migas untuk wilayah Jakarta. Rentangnya mulai dari Rp 2.618 sampai Rp 3.010 tergantung kriteria rumah tangga.

Mau bukti pakai gas alam lebih miring dari LPG? Bisa dibandingkan dengan cara mengukur kebutuhan lewat nilai kalori. Nah, nilai kalori adalah suatu angka yang menyatakan jumlah panas yang dihasilkan dari proses pembakaran sejumlah tertentu bahan bakar dengan udara atau oksigen.

Nilai kalori LPG adalah 11.220 kkal/kg. Sedangkan gas alam sama dengan 9.424 kkal/m3. Kemudian diasumsikan saja kalau kebutuhan memasak sebulan menghabiskan satu tabung LPG. Mari hitung-hitung secara umum.

Nilai kalori 12 Kg LPG adalah 12 X 11.220 kkal = 134.400 Kkal/bulan. Lalu bandingkan bila gunakan gas alam. Jadi diasumsikan kebutuhan nilai kalori per bulan 134.400 Kkal/bulan tinggal dibagi saja dengan nilai kalori gas alam (9.424 kkal). Maka 134.400 kkal/9.424 kkal mendapatkan kisaran 15 m3 per bulan.

Lantas harga yang dibayarkan untuk 15 m3 tinggal dikalikan dengan harga gas alam di kisaran Rp 3.010. angka yang didapat adalah Rp 45.150 ribu. Selisihnya sangat jauh dengan harga LPG 12 Kg yang berlaku di pasaran.

So, sudah bisa memahami perbedaan komoditas gas itu? Tentu saja yang gampang diingat soal harganya gas alam yang lebih murah.