Berangkat dari Peduli dan Empati, Terciptalah Kursi Roda Elektrik

By 15 December 2017Teknologi Baik

PEDULI dan berempati. Dua hal ini yang mendorong Imam Yulianto, Kenno Robby, Ahmad Ayman, Achmad Hidayat, dan M. Miftahuddin tergerak menciptakan alat transportasi khusus bagi penyandang tunadaksa.

Kelima cowok yang sama-sama menempuh pendidikan di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini sepakat membuat kursi roda listrik agar penyandang tunadaksa dapat mendiri. Mereka bisa beraktivitas sesuka hati tanpa harus menunggu pertolongan orang lain.

Dalam urusan mobilitas saja, penyandang tunadaksa sangat tergantung kepada sanak keluarganya. Minimal, ada orang lain yang bersedia mendorong kursi roda untuk berpindah satu tempat ke tempat lain.

Opsi lainnya menggunakan alat bantu sepeda roda tiga. Meski bisa digunakan secara mandiri, tapi alat bantu itu tetap punya keterbatasan. Misalnya terkait kegesitan maupun ukurannya yang cenderung besar sehingga sulit dikendalikan.

Fakta-fakta inilah yang menjadi pengamatan kelima mahasiswa itu. Dari pengamatan itu, terciptalah kursi roda yang diintegrasikan dengan mesin dengan aki sebagai sumber energi penggerak motor. Kursi roda tersebut dinamai three wheels electric bike (Trike).

Bentuknya tak ada beda dengan kursi roda pada umumnya. Hanya ada modifikasi dengan penambahan setang di bagian depan. Lantas, di bawah setang itu terdapat kotak hitam sebagai wadah penyimpanan aki.

”Kotak aki ini tersambung lang sung dengan mesin Trike yang berada di roda depan,” ujar Imam Yulianto yang tengah menuntut ilmu di jurusan Teknik Elektro seperti dikutip dari Jawa Pos.

Inovasi transportasi yang diciptakan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (goodnewsfromindonesia)

Prinsip kerja Trike sebenarnya mirip-mirip sepeda listrik. Pengguna cukup mengendalika laju kursi roda melalui putaran gas di bagian setang. Agar lebih safety alias aman dalam penggunaan, Trike telah dilengkapi dengan fitur penghindar kecelakaan.

Kecepatannya sendiri dibatasi hanya 12 mph. Yang lebih penting, Trike dapat bergerak dengan luwes dan gesit sesuai dengan keinginan penyandang cacat. Ke depannya, pencipta Trike berniat untuk merancang energi alternatif untuk menggerakkan mesin, salah satunya melalui panel surya.

Keberadaan panel surya menjadi solusi bila sumber energi di aki habis saat dioperasikan. Lagi pula, mengaplikasikan panel surya di Trike ini sangat tepat mengingat matahari terus bersinar di Indonesia sepanjang tahun.

Foto: Jawapos