Berkat Konverter Kit, Uang yang Dihemat Bisa Ditanam ke Instrumen Investasi

By 21 September 2017Teknologi Baik

MULAI pusing gara-gara biaya bensin mobil kesayangan terus-terusan merongrong isi kantong? Kenapa enggak mempertimbangkan beralih ke bahan bakar gas. Dijamin, saldo rekening bakal lebih awet.

Besaran uang yang bisa diselamatkan terbilang besar. Bisa lebih dari separuhnya. Biar lebih konkret, langsung saja diasumsikan bila mobil terbiasa minum 10 liter Pertamax/hari, maka harus merogoh kocek Rp 82.500 (harga Pertamax Rp 8.250/liter). Berarti dalam sebulan penuh alias 30 hari berarti uang yang dikeluarkan mencapai Rp 2,475 juta.

Nah, sekarang bandingkan dengan BBG dari PGN yang berjenis CNG hanya Rp 3.100/liter. Berarti mobil kesayangan hanya menuntut biaya Rp 930 ribu. Selisihnya sampai Rp 1,545 juta. Nilai uang yang bisa dihemat bakal lebih besar lagi bila harga Pertamax dinaikkan pemerintah.

Nah, nilai uang yang bisa dihemat itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Bila biasanya setor ke kasir petugas SPBU, ketika sudah pasang konverter kit maka urusannya bisa teller bank. Alokasikan dana BBM itu ke instrumen investasi seperti reksa dana, saham dan lain-lain. Jelas lebih untungkan ketimbang ‘dibakar’ di mesin kendaraan?

Tapi harus diakui, kendala beralih ke BBG ada di faktor harganya yang cukup mahal. Pemilik mobil pribadi mesti merogoh kocek Rp 26 juta agar konverter kit terpasang di mobil kesayangan.

Wamen ESDM Arcandra Tahar membagikan konverter kit (dunia-energi.com)

Meski awalnya terbayang mahal, tapi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menilai biaya itu tak seberapa dibanding manfaat yang diperoleh. Dalam hitungan kurang dari 10 bulan saja, nilai hemat yang didapat dari penggunaan BBG bisa menutup modal pemasangan konverter kit.

”Manfaatnya, kita punya mobil misalnya berjalan sehari 180 km. Dalam sebulan misalnya jalan 26 hari. Manfaatnya secara ekonomi Rp 3 juta per bulan. Sementara beli konverter kit Rp 26 juta, berarti kurang dari 9 bulan sudah balik modal. Setelah itu tinggal untungnya saja," urainya seperti dikutip dari Detik.com.

Arcandra juga menjawab kekhawatiran pemilik mobil akan keamanan kendaraannya jika dipasangi konverter kit berpeluang meledak. Dia menjamin konverter kit aman dan tidak akan meledak.

"Ada data enggak mobil yang sudah pakai tabung konverter kit, meledak tabungnya? Enggak ada. Insya Allah safe. Persyaratan dari segi safety jadi perhatian kita semua," tegasnya.

Tambahan lagi, Arcandra menekankan bila gas bumi masuk golongan energi yang ramah lingkungan. Lebih bersih dibanding BBM yang lebih polutif. Kemudian benefit lain yang tak kalah penting adalah menekan pemborosan anggaran negara.

Direktur Komersial PGN, Danny Praditya menjelaskan BBG dari PGN telah mengurangi impor BBM sampai 5 juta liter perbulan. Angka itu didapat dari penjualan BBG di 10 SPBG dan 5 MRU milik PGN yang mencapai 7,5 juta liter setara premium setiap tahunnya.