Bisa Ditiru Cara Warga Cibunut Poles Kampung Kumuh Jadi Lokasi Favorit Selfie

By 25 December 2017Umum

SELAMA ada kemauan, di situ ada jalan. Prinsip ini sepertinya diterapkan warga Kampung Cibunut, Bandung, Jawa Barat. Terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) bukan kendala untuk menghijaukan kampung yang terbilang padat penduduk itu.

Membuat vertical garden menjadi solusi untuk menghijaukan kampung dengan luas tak lebih dari 5 hektare dengan 300 bangunan di atasnya. Tak hanya itu, agar Kampung Cibunut juga mengaplikasikan bank sampah dan biodigester. Alhasil, sampah yang diproduksi penghuni kampung dapat dilokalisir untuk didaur ulang.

Penghijauan bukan satu-satunya cara yang dilakukan agar warga dapat nyaman tinggal. Memoles bangunan dengan warna-warna nyentrik juga diterapkan. Mulai dari pekarangan rumah, dinding, gang-gang sempit, sampai jalan, semua tak luput dari sapuan warna-warna nyentrik. Bahkan diaplikasikan juga seni mural.

Kenyamanan warga makin ditingkatkan dengan menambah fasilitas sosial seperti zona ramah anak. Dengan begitu, kampung yang berada di bantaran sungai ini sukses menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

Perubahan wajah Kampung Cibunut diapresiasi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Betapa tidak, wajah kampung yang dulunya masuk kategori pemukiman kumuh, padat, dan jauh dari layak huni, berubah total.

Warga bergotong-royong mendaur ulang sampah menjadi produk berguna (sindonews.com)

Bahkan, Kang Emil, demikian dia akrab disapa, menyebut Kampung Cibunut sudah layak masuk destinasi wisata. ”Kampung Cibunut bisa dikolaborasikan dengan destinasi wisata baru. Nanti saya bantu promosi,” katanya.

Transformasi Kampung Cibunut menjadi seperti sekarang ini setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun. Agus Surayana, tokoh masyarakat setempat, mengatakan persoalan utamanya ada pada membangun kesadaran warga.

Selain tak mudah, Agus mengaku membutuhkan waktu yang cukup panjang. ”Kami berharap dengan adanya apresiasi wali kota ini, menjadi penguat sekaligus penyadartahuan warga di mana lingkungan yang nyaman akan berdampak positif untuk kehidupan,” harapnya.

Asri, nyaman, dan nyentriknya Kampung Cibunut saat ini berawal dari niat sederhana anak-anak muda pengurus Karang Taruna. Menurut pengurus RW 07, Asep Muhammad, anak muda di kampungnya punya ide segar bagaimana menyulap kampung agar lebih nyaman ditinggali.

"Maklum, anak muda idenya kan selalu fresh dan kekinian, salah satu ide yang muncul adalah membuat kawasan ini berwarna," kata Asep seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Terakhir, Kang Emil meyakini perubahan Kampung Cibunut yang kini ‘instagramable’ ini bakal meningkatkan kebahagiaan penghuninya. Bahkan cuma foto-foto selfie di lingkungan kampung sudah dijamin bakal hepi.