Cintai Teknologi agar Mudah Tuntaskan Solusi di Masyarakat

By 10 August 2017Umum

CINTA pada teknologi, lingkungan, pekerjaan yang dapat menghasilkan teknologi, yang nantinya dapat menyelesaikan masalah yang dibuat oleh manusia. Hanya manusia yang harus berani menyelesaikan masalah yang mereka buat sendiri.”

Itulah cuplikan pesan yang disampaikan mantan Presiden BJ Habibie saat membuka Habibie Festival 2017 yang berlangsung 7-13 Agustus seperti dikutip dari Kumparan.com. Festival itu melibatkan sedikitnya 100 perusahaan dan komunitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam festival yang mengusung tema "Technology and Innovation for People" itu, Habibie menekankan pentingnya optimalisasi pengembangan teknologi dalam meningkatkan nilai sebuah negara di mata dunia.

Apa yang disampaikan Pak Habibie terasa relevan sehubungan dengan Hari Teknologi Nasional yang jatuh tiap 10 Agustus. Teknologi memang ditujukan untuk memudahkan dan memaksimalkan hidup manusia.

Asyiknya, anak negeri ini sudah mulai berupaya mencari solusi dari berbagai masalah di masyarakat dengan temuan yang inovatif. Beberapa contoh di bawah ini mungkin bisa menjadi buktinya.

Park Me

Sulit cari parkir? Tenang, trio mahasiswa komputer asal Universitas Brawijaya ini menjawab keresahan pengguna kendaraan. Wujudnya adalah teknologi Internet of Things yang dinamai Park Me untuk mendapakan parkir di yang berbasis lot di pusat perbelanjaan.

Park Me memang berangkat dari rasa empati Hedy P, Mukmin, dan Rizky Novriansyah. Mereka sering mendapat keluhan betapa mencari tempat parkir itu membutuhkan waktu yang luar biasa lama. Nah, Park Me ini yang bakal memudahkan pemilik kendaraan mencari ruang parkir yang kosong tanpa harus berputar-putar dulu.

Omitor

Itulah nama yang diberikan lima mahasiswa Universitas Diponegara atas temuannya sebagai solusi mengatasi krisis air. Meski negeri ini punya musim penghujan, tetap bukan jaminan kebutuhan air bersih masyarakat mudah terpenuhi.

Alat Omitor yang diciptakan mahasiswa (Okezone)

Berangkat dari situlah akhirnya tercipta Omitor yang ternyata singkatan dari Ocean Windmill Desalinator. Pendek kata, Omitor adalah alat yang dapat merubah air laut menjadi air bersih yang siap pakai sekaligus mudah digunakan masyarakat.

Di saat bersamaan, Omitor dapat berguna juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap air tanah yang selama ini menjadi andalan pemenuhan air bersih.

On The Track Stick

Sebutan yang keren. Tapi enggak semua orang bisa menggunakan teknologi ini. Hanya mereka yang memiliki kekurangan pada penglihatan saja yang perlu alat buatan dua siswa SMK 2 Kudus itu. Keduanya adalah Dimas Arfiantino dan Fatykhurrohman.

On The Track Stick adalah alat yang membantu para tunanetra untuk memberikan informasi jalan di depan. Bentuknya sih sama dengan tongkat yang biasa digunakan tunanetra tapi ditambahi teknologi berupa elektronika mikro prosesor.

Sisipan teknologi inilah yang menjadi nilai lebih dari On The Track Stick. Cara kerjanya mirip dengan kelelawar di mana tongkat itu akan memancarkan gelombang ultrasonic. Nah, gelombang itu yang aman ‘memetakan’ jalan.

Begitu ada halangan di depan, maka tongkat akan bergetar. Getaran itu sebagai informasi bagi pengguna untuk menghindar.

Setidaknya itulah tiga contoh temuan teknologi yang menjawab permasalahan di masyarakat. Kehadiran teknologi itu semoga menjadi jawaban sumber daya manusia negeri (SDM) ini juga oke punya.

Seperti yang diingatkan Habibie di mana upaya pengembangan teknologi dalam negeri, harus dimulai dengan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia (SDM). Kehebatan kualitas SDM suatu negara, kata dia, akan berbanding lurus terhadap perkembangan teknologinya.