Ditetapkan Jadi Green City, 150 Mobil Pejabat Kota Batam Dipasang Konverter Kit

By 30 October 2017Umum

WAKIL WALI KOTA Batam Amsakar Achmad paham betul manfaat gas bumi yang jadi produk PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN). Bukan sekadar meningkatkan kualitas udara bersih di pulau yang bertetanggaan dengan Singapura itu, tapi juga menekan anggaran pemerintah kota.

Terlebih lagi, Batam telah ditetapkan pemerintah pusat menjadi green city. Dengan status itu, mau tak mau kota ini harus ramah lingkungan, teduh, hijau, bebas polusi dan hal lain yang tidak merusak lingkungan.

Maka itu, Amsakar menyambut baik tawaran dari PGN yang akan memigrasikan bahan bakar kendaraan dinas Pemko Batam ke gas. ”Kita ikut program itu, karena dari sisi udara akan bersih. Ada penghematan luar biasa dari segi biaya bahan bakar,” katanya seperti dikutip dari Tanjungpinangpos.id.

Sebagai langkah awal, pemasangan konverter kit yang menjadikan kendaraan dapat menggunakan gas menyasar mobil dinas pejabat Pemko. Setidaknya bakal ada 150 unit mobil dinas di lingkungan Pemko Batam yang bakal terpasang konverter kit. ”Bertahap dulu pasangnya. Mulai mobil dinas Kabag atau Kasubag dulu,” kata Amsakar.

Terpisah, Humas PGN Batam Riza Buana menjelaskan pemasangan konverter kit akan diawali dengan memverivikasi mobil dinas terlebih dulu. Misalnya apakah memenuhi syarat seperti tahun produksi mobil dinas harus di atas 2010 ke atas. Bila lolos proses verifikasi maka mobil itu siap dipasang konverter kit.

”Yang penting kita datanya ada dikasih. Yang masang nanti, rekanan PGN yang menang tender dari Kementerian ESDM. Kita hanya memfasilitasi data dan pemasangan,” terangnya.

PGN memang lagi getol mensosialisasikan pemanfaatan gas bumi untuk mobil pribadi. Bahkan menurut Area Head PGN Batam, Amin Hidayat, sedikitnya 300 konverter kit akan dipasang di kendaraan. Konverter kit itu memungkinkan kendaraan memiliki sistem bi-fuel alias memiliki dua sistem bahan bakar yakni BBM dan gas.

Selain polusi dapat ditekan, pemilik kendaraan yang terpasang konverter kit dapat menekan pengeluaran operasional kendaraan mengingat harga BBG di SPBG PGN Batam hanyalah Rp 4.500/lsp.

”Pengguna akan mendapatkan manfaat efisiensi dari digunakannya konverter kit, 1 tahun penghematan yang bisa dicapai adalah Rp 1,5 juta, atau 20 – 40 persen dibanding BBM non subsidi. Selain ramah lingkungan, program ini juga merupakan upaya diversifikasi energi juga menyukseskan program bauran energi yang dicanangkan pemerintah,” timpal Amin.