Gang-gang Sempit di Kampung Bisa Disulap Jadi Kebun Sayur, Tompeyan Buktinya

By 6 November 2017Kisah Inspiratif

ANGGAPAN menanam sayur hanya bisa dilakukan di pedesaan dengan lahan luas tak selamanya benar. Bercocok tanam dengan lahan sempit di perkotaan pun juga bisa diterapkan.

Bila masih ragu, silakan saja melipir ke Kampung Tompeyan di Tegalrejo, Yogyakarta. Ke mana pun sudut mata memandang kampung yang berdekatan dengan Monumen Diponegoro itu, seketika suasana asri nan hijau langsung terasa.

Semua itu berasal dari aneka macam sayuran yang ditanam di tiap jengkal kampung. Sepanjang jalan kampung bakal mudah ditemui sayur-sayuran sampai-sampai disebut ‘jalur jalan sayur organik’. Bahkan tembok-tembok kosong di kanan kiri gang disulap menjadi lahan bercocok tanam. Hampir tiap sudut kampung bisa menjadi latar foto selfie yang menarik dan instagramable.

Tompeyan adalah satu dari 32 kampung di Kota Gudeg yang mendeklarasikan sebagai kampung wisata dengan motto ‘mensayurkan Kota Jogja dan Menyehatkan Kota Jogja dengan Sayuran’.

Sayuran yang ditanam di kampung yang dibelah Kali Winongo ini bukan sekadar hiasan, tapi juga bisa dipanen. "Ini bekas tempat sampah kita sulap menjadi taman Toga (Tanaman Obat Keluarga, red). Ada 154 jenis tanaman di lokasi ini. Alhamdulillah sekarang menjadi indah. Bikin betah berada di dekat sini," jelas Ketua PKK RW 03 Tompeyan Sri Suwarni Budi, seperti dikutip dari krjogja.com.

Sekitar 130 keluarga ikut andil dalam mengubah kampung menjadi ladang sayuran. Hal lain yang menarik, mereka juga bereksperimen dengan berbagai tanaman yang produktif. Eko Yulianto, Ketua Kelompok Tani Sayur RW 03, menjelaskan bila belakangan ini sedang mengembangkan teh daun tin. Pekarangan rumah warga ditanami pohon tersebut.

Sudut di Kampung Tompeyan yang hijau dan asri. (IST)

"Kami siap menjadi kawasan Ekowisata. Selain suasana yang hijau dengan sayuran yang ada di tiap jengkal lahan kosong, ada pula budidaya ternak maupun perikanan. Semuanya bisa menjadi tempat yang edukatif," terangnya.

Lagi pula, tiap tamu yang berkunjung ke kampung tersebut bakal disuguhi aneka panganan dan minuman yang alami. Sebut saja pisang godog, kacang rebus, kripik bayam merah, disajikan bersama minuman beras kencur, kunir asem, brotowali, teh temulawak maupun lainnya.

Bukan hanya itu, tamu juga bakal ditawari aktivitas memanen sayuran. Ketika meninggalkan kampung pun, tetamu bisa membawa aneka bibit sayuran untuk bisa ditanam sendiri. Keunikan inilah yang menjadi nilai lebih Kampung Tompeyan. Kerennya lagi, warga juga siap berbagi ilmu kepada siapapun yang ingin belajar pengelolaan lingkungan maupun bertanam sayuran.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi menegaskan Kampung Sayur, termasuk kekhasan kampung di Jogja, yang sedang berkembang dan bergerak. "Kita sedang mencoba merealisasikan mimpi agar Kota Jogja benar-benar bisa hijau dan produktif, dengan gerakan kampung sayur ini. Keluarga dan kampung bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan masak sehari-harinya," tandas dia.