Ide Segar Michi Bikin Produk Interior dari Adonan Sterefoam dan Kulit Jeruk

By 31 August 2017Teknologi Baik

STEREFOAM sudah dikenal sebagai bahan pembungkus atau pengepakan makanan. Selain ringan, material satu ini juga dianggap murah. Sayangnya, material ini menjadi musuh lingkungan karena sulit terurai.

Problematika ini coba dicarikan solusinya oleh Michelli Wirahadi. Mahasiswi Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya ini memutar otak bagaimana memanfaatan sterefoam menjadi barang yang bernilai.

"Sampah styrofoam dan sampah kulit jeruk kan mudah kita temui. Jeruk merupakan buah yang banyak kita temui dan setelah makan jeruk, kulitnya dibuang begitu saja. Terus sterefoam juga gitu, setelah dipakai dibuang gitu aja," kata gadis kelahiran 14 Februari 1996 ini.

Ide mengolah Sterefoam itu berangkat dari ketidaksengajaan. Dari sebuah bacaan, Michi, demikian sapaan akrabnya, mendapat pengetahuan baru seputar kulit jeruk yang memiliki kandungan limonen. Dan kandungan itu ternyata bermanfaat sebagai zat penghancur sterefoam.

Dari situ Michi lantas beraksi dengan melakukan percobaan. Utamanya bagaimana mengolah sterefoam yang awalnya limbah menjadi barang yang bernilai dengan keahliannya di bidang desain interior.

Setidaknya sudah 50 kali percobaan dilakukan Michi untuk menemukan komposisi yang tepat antara sterefoam, kulit jeruk, dan material lainnya. Dari perjalanan panjangnya trial error, akhirnya ditemukan formula yang pas untuk menghasilkan material baru berbahan dasar kulit jeruk dan sterefoam.

Michi pun membeberkan proses menciptakan material tersebut. Awalnya, kulit jeruk dipotong-potong. Kemudian dicampur dengan limbah sterefoam dan tepung kanji yang berfungsi sebagai perekat.

Berikutnya semua bahan itu dipanaskan seperti layaknya membuat dodol. Setelah tercampur dengan sempurna, maka adonan dicetak. Terakhir, adonan itu dikeringkan.

Lembaran itu nantinya yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik desain interior rumah. Misalnya saja membuat partisi atau pun cover lampu. Selain mudah dibentuk, adonan buatan Michi itu sudah pasti ramah lingkungan dan lebih miring banderolnya.

Sumber:Jawa Pos dan TribunJatim.com