Ini Fakta, Gas Bumi Bikin Anda Sejahtera dan Keuangan Negara Sehat

By 10 July 2017Umum

GUNAKAN gas bumi yang ramah lingkungan, maka Anda akan sejahtera. Anda sejahtera, keuangan negara pun ikutan sehat. Ini bukan pernyataan ambisius tapi sesuai fakta. Bahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun mengamini.

Pria yang dulunya menakhodai perusahaan kereta api itu pernah menegaskan gas bumi membuat pengeluaran rumah tangga lebih hemat secara signifikan dibanding elpiji.

Melalui jaringan gas (jargas) rumah tangga, maka masyarakat dapat menghemat hingga 36 persen. Artinya, tiap rumah tangga hanya menganggarkan Rp 36 ribu per bulan jika menggunakan gas bumi.

Bandingkan bila mengandalkan elpiji melon alias 3 kg maka pengeluaran bisa mencapai Rp 57 ribu per bulan. Di saat bersamaan, keuangan negara pun lebih sehat karena subsidi energi dapat ditekan.

“Ini sama juga dengan upaya penghematan nasional atas subsidi kira-kira Rp. 1,5 miliar per bulan atau Rp. 18 miliar per tahun,” kata Jonan seperti dikutip dari Liputan6.com.

Di samping itu, Jonan menambahkan jargas mempermudah kaum ibu dalam pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga. ”Jadi ibu-ibu tidak perlu khawatir mau masak jam berapapun, karena gasnya nggak akan habis, 24 jam mengalir. Harganya pun jauh lebih hemat kira-kira Rp15.000 sampai Rp20.000 per bulan,” terang Jonan.

Petugas PGN mendampingi pelaku usaha UMKM dalam pemanfaatan gas bumi. (Suara Merdeka)

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Jobi Triananda Hasjim menyatakan kesiapan memenuhi permintaan pemerintah membangun jargas sebanyak 26 ribu SR.

Penugasan itu melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen) No 8086 K/12/MEM/2016. Jargas yang hendak dibangun berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Bandar Lampung, DKI Jakarta dan Kota Mojokerto.

“PGN siap untuk melaksanakan penugasan dari Pemerintah dalam pengembangan infrastruktur gas bumi salah satunya jaringan gas rumah tangga,” kata Jobi.

Tak hanya itu, PGN juga siap memperluas jaringan infrastruktur gas sekaligus meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi tanpa membenani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Jobi menyebut PGN telah menyalurkan gas bumi di 10 kota di 12 propinsi melalui infrastruktur yang terdiri dari 7.278 km, 2 unit FSRU serta 10 stasiun CNG/SPBG.

Pembangunan Jargas merupakan bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah, ramah lingkungan dan efisien.