Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Juga Dilintasi Gas Bumi PGN

By 19 November 2017Umum

BUKAN hanya kendaraan saja yang akan melintasi jalur jalan tol PekanBaru-Dumai. Gas bumi produksi PGN pun juga akan melalui jalan bebas hambatan itu.

Rencananya, sambungan jaringan pipa gas bumi sepanjang 40 kilometer akan berada pada jalur jalan tol Pekanbaru-Dumai yang saat ini sedang dalam fase konstruksi PT Hutama Karya (Persero).

Pembangunan gas itu merupakan buah kerjasama operasi (KSO) antara PGN dan Pertamina lewat anak usahanya PT Pertamina Gas (Pertagas). Kerjasama ini ditandatangani Direktur Utama Pertagas Suko Hartono dan Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo.

Dalam kerja sama operasi (KSO) itu, PGN menguasai 40 % saham sedangkan Pertagas memiliki saham 60 %. Dengan porsi tersebut, investasi proyek senilai US$ 52 juta atau setara Rp 702 miliar (kurs Rp 13.500 per dolar AS) akan bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan.

Dengan kesepakatan tersebut, juga dilanjutkan dengan penandatanganan Kesepakatan dan Komitmen Penggunaan Jalur Tol Trans Sumatera milik PT Hutama Karya (Persero) (HK).

PGN menandatangani lima perjanjian kerja sama dengan empat BUMN sekaligus, yakni Perum Jasa Titta II, PT Energy Management Indonesia, PT Pertamina (Persero), dan PT Hutama Karya (Persero).

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo menjelaskan  sinergi dengan HK ini sekaligus upaya perusahaan untuk mempercepat proses pembangunan karena sebagian besar lahan sudah dibebaskan. “Target kami per 1 Oktober 2018 gas bumi sudah mengalir ke pelanggan di Dumai,” katanya.

Gas yang akan dialirkan ke pipa ini berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhillips di Sumatera Selatan. Selain itu, akan ada tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan oleh PT Energi Mega Persada (EMP).

Total pasokan gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Gas tersebut akan mengalir memenuhi kebutuhan industri di Riau, industri petrokimia, dan operasional kilang Dumai milik Pertamina.

Kesepakatan itu merupakan satu dari empat kerjasama yang dilakukan PGN dengan empat BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sebagai bentuk komitmen
merealisasikan peran strategis BUMN sebagai agen pembangunan ekonomi nasional dilaksanakan secara serius.

“Penandatanganan lima perjanjian kerja sama ini patut diapresiasi karena sejalan dengan apa yang selama ini selalu didorong oleh Kementerian BUMN agar perusahaan BUMN meneruskan tujuan dan harapan pemerintah untuk terwujudnya sinergitas pembangunan demi tercapainya kemajuan ekonomi secara nasional,” kata Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah.