Jaringan Gas di Medan Jadi ‘Juru Selamat’ Ekonomi Warga Kurang Mampu

By 5 January 2018Umum

BUKAN tanpa alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan berharap jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga bisa menjangkau ke area Tegal Sari Mandala 3. Di samping penduduknya padat dan dekat dengan jaringan gas transmisi, ternyata area itu juga banyak dihuni warga kurang mampu.

Maklumlah, rumah tangga khususnya kalangan kurang mampu sangat sensitif terhadap besaran biaya yang dikeluarkan terkait dengan penggunaan energi. Sedikit saja harga elpiji berubah, sudah pasti bakal menambah beban. Maka itu, kehadiran gas bumi yang mengalir akan ‘menyelamatkan’ ekonomi rumah tangga mereka.

Wajar jika Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Kota Medan, Qamarul Fattah sangat berharap jargas itu benar-benar terwujud di Kota Medan.

"Selain 5.000 rumah tangga di tahun 2018, Pemkot Medan pada 2019 mengusulkan jargas untuk 25.000 rumah tangga lagi yang diperuntukkan bagi kawasan Medan Denai, Medan Tembung dan Medan Area," katanya seperti dikutip dari antaranews.com.

Dia memandang jargas masih sangat dibutuhkan di Kota Medan mengingat jumlah penduduk yang tidak mampu juga masih cukup banyak.

Harapan Qamarul ini seiring dengan rencana pemerintah pusat membangun jaringan gas bumi gratis ke 10 ribu rumah tangga di Sumatera Utara. Rinciannya, Kota Medan mendapat jatah 5 ribu dan sisanya di Deli Serdang.

Pembangunan jargas yang dilakukan PGN (migasreview.com)

"Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memang merencanakan pembangunan jargas (jaringan gas) bumi di Sumut," kata Sales Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Saeful Hadi di Medan, Kamis.

Menurut dia, pembangunan jargas yang direncanakan pada 2018 itu dalam tahapan mau dilelang. "Setelah pembangunan selesai dilakukan Migas baru diserahkan untuk dioperasikan oleh badan usaha yang ditunjuk," ujarnya.

Saeful berharap PGN bisa dipercaya pemerintah untuk mengoperasikan sumber energi baik itu ke rumah tangga di Medan dan Deli Serdang. Alasannya, PGN sudah memiliki infrastruktur jaringan, khususnya di Medan.

PGN sendiri menargetkan panjang pipa gas bumi mencapai 1.685 km hingga tahun depan mendatang. Dengan begitu, total pipa yang dibangun PGN sepanjang 8.566 km di akhir tahun 2019. Di saat bersamaan, turut ditingkatkan pula kemampuan pemanfaatan gas bumi sebanyak 1.902 juta kaki kubik per hari dengan potensi penghematan sebesar Rp 110,9 triliun.