Jawaban Gas Bumi Bikin ‘Lahan’ Pabrik Sohun di Cirebon Makin Luas

By 12 December 2017Umum

SATU lagi industri di Cirebon sudah move on dari elpiji ke gas bumi. Industri yang dimaksud adalah pabrik sohun yang dikelola PT Nusantara Top. Pabrikan di Desa Luwung, Kecamatan Mundu, itu sudah menikmati gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) per 5 Desember 2017.

Keputusan PT Nusantara Top beralih ke gas bumi berangkat dari pengalaman selama ini di mana elpiji tak selalu bisa diandalkan sebagai sumber energi penggerak pabrik. Begitu eliji langka, praktis mau tak mau berpaling ke solar.

"Kendala kami saat-saat tertentu LPG sering langka serta setiap bulannya harus mengisi tangki solar,” terang Ramlan, pemilik PT Nusantara Top.

Situasi itu yang akhirnya membuat Ramlan mantap mengambil keputusan move on dari elpiji atau solar ke gas bumi. Dengan beralih ke gas bumi PGN yang disalurkan lewat pipa, Ramlan berharap mendapat kepastian pasokan dan menekan ongkos produksi.

"Kami hitung, dengan gas bumi saving cost bisa 30 persen – 45 persen,” kata Ramlan.

Tambahan lagi, Ramlan sudah memerkirakan, beralihnya sumber bahan bakar pabrik dari LPG ke gas bumi akan memerluas lahan pabrik yang selama ini digunakan untuk menyimpan tabung elpiji.

”Harapan kami dengan beralih ke energi yang lebih efisien dan bersih serta ramah lingkungan ini, produksi kami semakin meningkat karena lahan kosong bisa menjadi lokasi penyimpanan produk,” ucapnya.

Tambahan satu lagi pelanggan gas bumi menunjukkan upaya PGN yang konsisten memperluas jaringan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi ke berabagi daerah.

Sales Area Head PGN Cirebon Ade Sutisna menerangkan pasokan gas bumi ke PT Nusantara Top ditujukan untuk burner. PGN mengalokasikan gas dengan kapasitas 1.001-10.000 meter kubik per bulan ke pabrik ini.

”Kami baru saja memasok gas bumi ke PT Nusantara Top yang memproduksi makanan berupa sohun dan gula batu,” tukasnya.

Sesuai tema PGN 3600 Integrated Solution, PGN berkomitmen memberikan layanan penggunaan gas bumi dari hulu hingga hilir. Seperti, menyediakan gas bumi melalui anak usaha Saka Energi, menyediakan gas bumi dalam bentuk gas alam cair (LNG), CNG, sampai melalui jaringan pipa gas bumi yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi.

Saat ini PGN telah memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga.

Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.