Kapasitas Produksi Lapangan Gas Jangkrik Setara 100 Ribu Barel Minyak/Hari

By 1 November 2017Umum

BEROPERASI sudah fasilitas Lapangan Gas Jangkrik di Blok Muara Bakau, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kapasitas produksi dari fasilitas ini mencapai 600 mmscfd atau setara 100 ribu barel minyak per hari (boepd).

Angka itu jelas melebih target awal yang hanya memiliki kapasitas produksi 450 mmsfcd. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyebut pencapaian produksi dari beroperasinya blok tersebut sangat luar biasa.

"Produksi yang ditargetkan blok ini sebesar 450 mmscfd, sekarang produksinya di atas 600 mmscfd setara 100.000 barel itu luar biasa," kata Jonan saat acara peresmian, Selasa (31/10).

Selain Jonan, hadir pula Duta Besar Italia untuk Indonesia, Kepala SKK Migas, dan Direktur Utama PT Saka Energi Indonesia dalam peresmian di area rea Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Reveiving Facility/ORF) milik Eni Muara Bakau, di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jonan mengatakan, proyek ini mencetak dua pencapaian sekaligus. Pertama, percepatan masa konstruksi hingga 6 bulan yang artinya menghemat biaya investasi sebesar 10 persen. Kedua, produksi harian yang mencapai 600 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Blok Muara Bakau sendiri dioperatori oleh ENI Muara Bakau B.V sejak 2002. Di dalam mengelola Wilayah Kerja (WK) migas tersebut, ENI mendapatkan hak partisipasi sebanyak 55 %. Sementara itu, sisanya dipegang oleh Engie E&P sebesar 33,3 %, serta PT Saka Energi Muara Bakau sebesar 11,66 %.

Menurut Jonan, keberhasilan proyek ini sangat signifikan menambah pasokan gas dalam negeri dan memenuhi target lifting gas bumi pada tahun 2017 sebesar 1,15 juta boepd. Dimulainya produksi dari Lapangan Jangkrik juga bisa memenuhi target lifting gas bumi pada 2018 sebesar 1,2 juta boepd.