Kenalan dengan Konverter Kit yang Jadikan Mobil Berstatus ‘Hybrid Dual System’

By 26 September 2017Teknologi Baik

MOBIL yang irit BBM (bahan bakar minyak) pasti banyak diidamkan. Tak heran jika mobil berembel-embel ‘irit BBM’ jadi yang selalu laris di pasaran. Maklumlah, pengeluaran agar mobil bisa ngacir cukup menggerus isi kantong. Apalagi sekarang harga BBM fluktuatif mengikuti harga pasaran dunia.

Alhasil, pemilik mobil pastinya selalu mencari cara menghemat penggunaan BBM. Dari sekian cara, beralih ke BBG (bahan bakar gas) lewat konverter kit jadi strategi yang jitu membuat awet isi dompet.

Konverter kit berperan membuat mesin yang awalnya hanya bisa menenggak BBM, bisa juga ngacir menggunakan BBG. Di pasaran, konverter kit biasanya berjenis bi-fuel (hybrid). Artinya, piranti membuat mobil punya hybrid duel system alias ada dua sistem pasokan bahan bakar, yakni BBM dan BBG sekaligus.

Perpindahan pasokan bahan bakar pun berlangsung otomatis. Andaikan tangki gas dalam kondisi full, maka mesin mobil menggunakan BBG. Begitu gas habis, otomatis ECU sistem gas akan memerintahkan sistem pasokan BBM yang bekerja.

Jadi tak ada ceritanya mobil yang pakai konverter kit bakal mogok di tengah jalan gara-gara BBG habis. Semua itu dimungkinkan lantaran ECU konverter kit berkerja sama bareng ECU mobil.

Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) melakukan pengecekan tabung gas usai mengisikan bahan bakar gas ke kendaraan operasional milik PT PGN Batam di Batam. (antarafoto)

Piranti konverter kit ini terdiri dari sekian komponen yang terpasang di bodi mobil. Komponen itu antara lain:

-Tangki
Komponen ini untuk menyimpan gas dengan kapasitas bervariasi dari 45 liter sampai 65 liter. Ditempatkan di bagasi atau kolong mobil.

-Regulator
Alat ini dipasang di tangki yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup saluran bahan bakar dari tangki yang disalurkan lewat pipa menuju jantung pembakaran mesin.

-Electronic Valve
Komponen ini berperan mengubah gas menjadi kabut di dalam ruang pembakaran. Selain itu, berfungsi juga sebagai filter.

-Reducer
Sesuai namanya, komponen ini berfungsi mengurangi tekanan gas dari 8-15 bar menjadi 1,2 bar.

-Injekctor
Tugasnya menyemprotkan kabut gas ke intake manifold.

-ECU (electronic control unit)
Sistem yang mengontrol semua komponen. ECU ini juga berhubungan dengan ECU mobil.

Kabar gembiranya, pemasangan semua piranti dalam konverter kit itu tak mengubah kondisi standar mobil. Hampir tak perlu banyak modifikasi kendaraan. Hanya cukup merelakan bagasi atau ruang ban cadangan untuk lokasi tangki.

Pemasangannya pun cukup memakan waktu. Tapi sebelum dipasang, ada baiknya perhatikan beberapa hal. Misalnya pastikan tangki dan regulator gas terpasang kuat di mobil. Tujuannya agar meminimalisir potensi getaran.

Kemudian sambungan pipa gas tidak boleh menggantung alias harus terikat kuat ke bodi mobil.