Kepul Asap Kebaikan Biker GRC

By 23 January 2017Komunitas

Gas Riders Community (GRC) menjadikan fogging sebagai salah satu program rutin. Komunitas bikers di lingkungan grup PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) itu sudah memasuki tahun keempat kepulkan asap menjalankan program mulia berbakti sosial berantas jentik nyamuk sambil menikmati asiknya mengaspal di atas roda dua.

Bicara tentang GRC tak lepas dari peran seorang pria bernama Chaedar. Dimulai dari kebingungan salah satu karyawan PGN itu saat mendapati begitu banyak komunitas sepeda motor dalam satu perusahaan.

”Dulu terpecah-pecah. Bagian keamanan punya klub sendiri, driver punya klub sendiri, bagian operasional punya sendiri, banyak lah,” Chaedar mengenang.

Pada akhir 2011, Chaedar baru kembali dari tugas di Medan ke Jakarta. Dia merasa terlalu banyak klub sepeda motor padahal ada di satu atap besar yaitu PGN. Situasi itu dinilainya kurang baik.

”Saya yang baru datang jadi bingung mau ikut yang mana,” kenangnya.

Akan lebih baik jika jadi satu. Termasuk menyatukan semua klub sepeda motor yang ada di anak usaha PGN.

Akhirnya pada 15 November 2012 GRC berdiri. Riders yang terdapat di tengah nama GRC, kata Chaedar, mencerminkan keberagaman.
Bermakna jamak. Beragam divisi dan jabatan termasuk dari bagian outsourching sekalipun. Beragam pula jenis sepeda motornya.

Seremoni pembentukan GRC digelar dengan acara touring ke kawasan Cibadak, Sukabumi. Tapi untuk melihat kesungguhan dari para anggota, Chaedar yang kini bertugas di Transformasi PGN itu membuat semacam trik bahwa touring menuju Bandung. Kesannya lebih jauh.

”Bohongin dulu saja, ada yang ciut apa nggak? Kelihatan kan kesungguhannya,” sedikit iseng.

Ternyata antusiasnya tetap tinggi. Sebanyak 65 peserta menyatakan bergabung. Chaedar yang saat itu menunggangi Honda Supra 125 jadi semakin bersemangat.

Akhirnya touring pun dimulai. Di Cibadak, lokasi dituju pada touring perdana itu, ternyata rumah milik salah satu anggota keluarga PGN Group.

Bukan di hotel. Bukan pula di perkemahan. Itu kelak dijadikan tradisi. Setiap ke mana pun GRC touring, di daerah dituju numpang tidur di anggota keluarga PGN. Baik itu rumah maupun kantor cabang. Asalkan memungkinkan untuk disinggahi.

Kenapa begitu? ”Karena tujuan GRC dibentuk untuk silaturahim. Saling mengenal antar sesama anggota GRC dan grup PGN. Bahwa kita besar, ada di banyak daerah,” tegas Chaedar yang lahir di Jakarta, 11 Mei 1972.

Maka ke manapun GRC pergi; Solo, Madiun, Lampung, Palembang, Semarang, Malang, Cirebon, dan beberapa daerah lainnya, selalu dalam rangka bertemu keluarga. Keluarga besar PGN. Sekalian mengajak karyawan PGN di daerah lain yang senang bersepedamotor untuk bergabung menjadi anggota GRC.

Agar lebih bernilai, GRC berbakti sosial. Kebetulan ada dua alat fogging bisa digunakan. Bermanfaat untuk menumpas jentik nyamuk dan mencegah wabah demam berdarah.

Satu alat fogging ditangani empat orang anggota GRC.

Rutinitas bakti sosial fogging itu dilakukan setiap akhir pekan. Maka ada delapan anggota GRC yang bertugas secara bergiliran setiap pekannya mengoperasikan dua alat fogging itu.

Total anggota GRC saat ini sebanyak 70 orang.

Lokasi fogging dimulai dari sekitar lingkungan kerja PGN kemudian lingkungan anggota GRC dan sampai ke daerah lain yang membutuhkan.
”Total sekitar120 daerah per tahun. Sampai ke Cilegon, Bandung, dan daerah lain,” kata Chaedar.

PGN sendiri sangat mendukung aktifitas GRC. Seringkali sekalian dibekali modal bakti sosial lainnya seperti buku tulis daur ulang, buku komik, dan alat bermanfaat lainnya untuk pesantren dan yayasan pendidikan serta sosial.

Dalam rangka tiga tahun berbakti sosial, GRC pada tanggal 5, 6, dan 7 Mei 2016 touring ke Bandung. Chaedar dan kawan-kawan membawa 2.000 buku tulis daur ulang PGN untuk empat sekolah di Kota Kembang.

Di luar itu, jika jadwal bakti sosial melalui fogging dilakukan per pekan, sebetulnya tidak ada jadwal touring pasti dari GRC.

Hanya saja diupayakan ada tiga kali dalam setahun touring ke luar kota. Meskipun waktunya fleksibel, biasanya menyesuaikan jadwal libur atau tanggal merah.

Kini, jelang empat tahun GRC berbakti sosial lewat fogging dan kegiatan bernilai lainnya bagi banyak orang. Selamat bro!


Tentang GRC:
– Anggota wajib lengkap identitas berkendara: SIM, STNK, dan fitur keamanan dan keselamatan standar di sepeda motor
– Harus patuhi standar safety riding: sepatu, helm, jaket, dan lainnya
– Anggota mendapatkan helm seragam dari pengurus GRC
– Anggota mendapatkan jaket yang dibuatkan pengurus GRC
– Gratis biaya pendaftaran
– Iuran bulanan Rp 20 ribu per anggota

Tulis Komentar