Kompor Buatan Didit Bisa Nyalakan Peralatan Listrik Rumah

By 22 September 2017Teknologi Baik

KETIKA banyak orang memandang fungsi kompor sebatas untuk memasak, tapi tidak bagi Didit Triwidodok. Mahasiswa Teknik Elektro Universitas 12 Agustus 1945 ini malah memadang kompor sebagai alat pembangkit listrik.

Ini bukan bercandaan tapi benar adanya. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasainya, cowok satu ini sukses menciptakan kompor yang dibekali baterai untuk penyimpanan energi listrik.

Terus sumber listrik di baterai itu dari mana? Simpel saja. Listrik itu berasal dari panas yang dihasilkan kompor saat memasak. Menurut Didit, setrum yang tersimpan di baterai itu bisa menjadi cadangan saat ada pemadaman listrik.

“Kompor ini memiliki thermo electric, yakni sebuah media penghasil listrik yang dapat menghasilkan suhu dingin jika kedua terminal atau kabelnya dihubungkan dengan sumber tegangan DC,” terangnya seperti dikutip dari laman Untag.

Thermo electric sebenarnya bukan alat spesial. Perangkat itu sudah biasa digunakan pada kulkas portabel, dispenser mini, sampai pendingin komputer. Kemudian, Electric Stove menjadikan thermo elektrik sebagai generator dengan cara memberikan temperatur atau suhu panas pada satu sisi sedangkan pada sisi yang lain didinginkan.

Ketika diaplikasikan ke kompor, maka energi listrik yang dihasilkan berupa tegangan DC sebesar 10-14 volt dengan arus maksimal 4 ampere. Meski begitu, hasilnya bisa berbeda tergantung dari perbedaan suhu yang diterima komponen thermo electric.

”Semakin besar selisih suhu antar kedua sisi lempengan thermo electric maka semakin besar pula daya yang dihasilkan,” urai Didit.

Sejatinya kompor yang bisa jadi pembangkit listik buatan Didit ini tak ubahnya seperti kompor lain. Hanya ada tambahan lempengan thermo electric.
Cara kerjanya pun sederhana.

Jadi begitu kompor dinyalakan dan perlahan mulai panas, maka lempengan itu menyerap panas yang kemudian dibuang di sisi lainnya. Proses ini yang menimbulkan tegangan dari kedua ujung kabel.

Lantas, tegangan itu akan masuk ke rangkaian boost converter DC untuk di-up grade tegangannya menjadi 13,8 volt. Hal itu dimaksudkan bila terjadi drop tegangan pada sisi thermo electric maka rangkaian boost converter itu tetap sanggup menyuplai kebutuhan inverter yang tegangan kerjanya sampai 15 volt.

Didit menjelaskan lagi tegangan dari boost conventer ini selanjutnya akan masuk pada rangkaian inventer untuk dinaikkan dan diubah tegangann dari 13,8 DC menjadi 220 Volt AC. Tujuannya agar dapat digunakan mensuplay peralatan listrik rumah tangga.

Foto: Dokumen Untag