No Doubt, Indonesia Itu Gudangnya Anak Jenius Plus Kreatif

Negeri ini gudangnya anak berprestasi. Percaya deh. Mereka enggak kalah sama negara lain. Sudah banyak deretan anak-anak Indonesia yang sudah bikin dunia berdecak kagum. Ini menandakan, kualitas calon-calon pemimpin masa depan ini selevel dengan anak dari belahan dunia lainnya.

Mumpung lagi peringatan Hari Anak Nasional, sengaja nih dijejeri anak-anak yang masih belia tapi sudah bikin nama Indonesia disebut-sebut di forum internasional. Di samping itu, prestasi anak-anak ini membuktikan pula kalau urusan prestasi itu tak kenal usia.

To the point saja, mau kenal sama anak-anak yang sejak dini namanya sudah mendunia? Oke cek berikut ini.

1. Salman Trisnadi

                                                              Salman Trisnadi saat berlomba (IST)

Pengetahuan seputar dunia robotik, anak Indonesia juga jago-jago kok. Tengok saja Salman Trisnadi. Dia contoh nyata kalau anak negeri ini juga tak kalah jagonya sama anak sebayanya dari belahan benua lain.

Olimpiade robotic di Korea yang dihelat 5-9 Agustus 2015 menjadi ajang pembuktiannya. Siswa SD Prestasi Global, Rangkapan Jaya, Depok, ini sukses menjadi jawara di kategori Creative Design. Prestasi itu diraihnya saat masih duduk di bangku kelas sekolah dasar.

Minatnya di dunia robotik memang menurun dari sang ayah. Kebetulan ayahnya adalah trainer untuk pembelajaran robotik di sekolah-sekolah. Dari faktor keluarga inilah, Salman akhirnya intens dalam dunia robotik.

2. Pikatan Arya Bramajati

Pikatan Arya Bramajati (IST)

Baru berusia 11 tahun, siswa SD Sokanegara 2 Purwokerto, Jawa Tengah, ini menjadi terkenal berkat prestasinya di ajang Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) di Lucknow, India. Tepatnya di tahun 2014.

Otak encer Pikatan sanggup menyingkirkan peserta lainnya dari Thailand, Filipina, Afrika Selatan. Padahal di saat bersamaan, bisa jadi anak seusianya paling enggan sama matematika.

Mata pelajaran satu itu dianggap menjadi momok. Selain menguras otak, matematika sering membuat banyak siswa menyerah duluan. Berbeda dengan Pikatan yang menjadikan matematika sebagai pelajar favorit. Bahkan sebelumnya, kakak kelasnya yang bernama Kinantan Arya Bagaspati juga sukses di olimpiade matematika internasional.

3. Nadia dan Ave

Nadia dan Roghid Putra Sidik (Ave) (Viva.co.id)

Kakak beradik ini memang kompak. Kompak dalam urusan prestasi dan minat yang sama. Nadia (9) dan Ave (6) telah mengharumkan nama Indonesia di ajang Asia Youth Robotic Olympiads (AYRO) yang digelar di Singapura.

Tak tanggung-tanggung, deretan penghargaan mereka borong untuk dibawa pulang. Sebut saja Gold Prize Medal, Silver Prize Medal Maze Solving Junior, Gold Prize Medal Brick Speed, dan Bronze Medal Aerial Robotic Junior.

Hebatnya lagi, gadis-gadis belia ini tercatat menuntut ilmu di Madrasah Pembangunan UIN. So, bukti nyata madrasah tak sekadar belajar ilmu agama saja.

4. Hania dan Fahma

Hania dan Fahma saat pegang tropi (IST)

Kisah kakak adik yang berduet mengharumkan nama bangsa juga dilukiskan Fahma Waluya Rosmanah. Bersama sang adik, Hania Pracika Rosmansyah, Fahma menjuarai APICTA (Asia Pasific ICT Alliance Awards) tahun 2010.

Saat itu Fahma masih duduk di bangku SMP Salman Al Farisi dan adiknya di SD Cendika, Kota Bandung. Karyanya berupa kumpulan game edukasi sederhana berjudul My Mom’s Mobile Phone As My Sister’s Tutor membuat kagum juri.

Alhasil, karyanya sukses menyingkirkan peserta lainnya dari Thailand, Malaysia, Singapura, Srilangka, sampai Brunei. Yang bikin kagum lagi, Fahma dan Hania memecahkan rekor sebagai peserta termuda yang menang di APICTA selama satu dasawarsa penyelenggaraan.

5. Hibar Syahrul

Hibar Syahrul bersama sepatu antipelecehan seksual (Tempo.co)

Siswa SMP asal Bogor enggak mau ketinggalan ikutan membuat warga Indonesia bangga. Karya inovatif remaja kelahiran 26 Desember 1998 ini akhirnya mendapat pengakuan dari dunia.

Lewat sepatu listrik anti pelecehan seksual, dia menggondol medali emas dalam ajang International Exhibition of Young Investor (IEYI) di Malaysia. Rancangannya terbilang jenius karena sepatu itu dapat menyemburkan setrum 450 volt kepada siapapun yang berniat jahat.

Meski lehernya sudah berkalung emas medali, tapi Hibar belum puas. Dia berpikiran untuk mengembangkan sepatu itu untuk diproduksi secara massal. Selain itu, dia juga ingin sepatu buatannya itu dipatenkan.

Itulah lima anak Indonesia yang membuat orang Indonesia bisa membusungkan dada. Mereka membuktikan negeri ini kaya akan anak-anak yang kreatif, jenius, dan punya bakat luar biasa.

Sudah percaya kan? Memang Indonesia itu gudangnya anak jenius. Jadi enggak perlu inferior sama anak-anak dari negara lain ya.