Peduli Emisi Gas Buang, Ratusan Truk Milik Toyota Berpaling ke CNG

By 15 December 2017Teknologi Baik

RATUSAN truk operasional milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI) bakal tak lagi minum solar. Sebagai gantinya, truk tersebut berpaling ke teknologi pemanfaatan gas alam berupa CNG (compressed natural gas).

Alasan utamanya adalah agar emisi gas buangnya dapat ditekan. Maklumlah, bahan bakar minyak sudah terbukti membuat emisi gas buang kendaraan begitu tinggi, tapi tidak demikian dengan gas yang lebih prolingkungan dan mengurangi polusi.

Sinyal truk Toyota akan menggunakan CNG terlontar dari Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono. Dia menyebutkan teknologi CNG bakal diadopsikan ke truk-truk operasonal TMMIN. Nantinya agar dapat ‘minum’ CNG, semua truk itu dipasangi converter kit yang diproduksi di dalam negeri.

Meski begitu, Warih belum mengungkap kapan jadwal uji coba pertama truk CNG itu dilakukan. Yang jelas, rencana itu siap dilakukan di tahun depan. “Itu untuk unit yang sudah beroperasi dan unit baru,” kata Warih seperti dikutip dari KompasOtomotif.com.

Sementara itu, Wakil Presiden TMMIN Edward Otto Kanter menambahkan pengembangan teknologi CNG tersebut bakal masuk ke segmen komersial. Misalnya truk gendong yang berperan sebagai kendaraan distribusi unit bakal dipasangi converter kit. Alat itu yang membuat truk dapat menggunakan gas alam.

“Karena truk emisinya tinggi, kan mesinnya besar. Formalnya nanti saja jelaskan,” ucap Edward terangnya.

Sejatinya ini bukan kabar baru mengingat Toyota sudah pernah mengembangkan teknologi CNG untuk diaplikasikan ke kendaraan produksinya. Bahkan sempat ada prototype Limo CNG yang waktu itu dipamerkan di ajang Indonesia-Japan Expo 2013. Kala itu, prototype tersebut diperuntukkan untuk armada taksi.

Sayangnya, tidak ada kelanjutannya mengingat saat itu program pemerintah seputar pemanfaatkan gas untuk transportasi jalan di tempat.

Yang pasti, bila rencana TMMIN terealisasi pastinya menjadi kabar gembira. Truk-truk yang selama ini menyumbang polusi akan dapat dikurangi. Terlebih lagi, niat TMMIN itu juga berbarengan dengan rencana truk sampah milik Pemprov DKI juga mengaplikasikan teknologi CNG.

"Kami ingin truk kita beralih dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) . Nanti akan kami pasang converter kit agar bisa mengkonsumsi BBG," katanya seperti dikutip dari beritajakarta.com.