Performa PGN Meraih Apresiasi Kementerian BUMN

By 8 November 2017Umum

PERFORMA PT Perusahaan Gas Negara (Persero)Tbk (PGN) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat pengakuan dari Kementerian BUMN. Buktinya, perusahaan pelat merah yang memproduksi gas alam ini diganjar BUMN Performance Excellence Award 2017.

Penghargaan itu mengantarkan PGN masuk daftar satu dari 11 BUMN ‘elite’ dalam kategori Emerging Industry Leader.

Penghargaan yang diserahkan pada acara puncak Penganugerahan Penilaian Kinerja BUMN berbasis Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) ini diterima oleh Direktur Umum dan SDM PGN Desima E. Siahaan di Kantor Pusat PT BNI (Persero) Tbk Lantai 25, di Jakarta, Senin (6/11).

“Kami akan terus berkomitmen dan konsisten menerapkan KPKU dalam pengukuran kinerja perusahaan untuk meningkatkan daya saing PGN dan mempertahankan performa kinerja perusahaan agar tetap optimal,” kata Desima.

Membangun kinerja yang ekselen, sambung dia, merupakan suatu keharusan bagi suatu perusahaan dalam pencapaian kinerja keuangan dan non-keuangan. PGN sendiri telah menerapkan pedoman KPKU sejak tahun 2012.

Pencapaian ini merupakan hasil asesmen maturitas KPKU periode tahun 2015/2016 yang dilakukan dari kuartal IV-2016 sampai dengan kuartal I-2017. “Ada 7 kategori yang menjadi fokus dari penilaian KPKU,” ujar Desima.

Tujuh kategori tersebut yakni Kepemimpinan, Strategi, Pelanggan, Pengukuran analisis dan manajemen pengetahuan, Tenaga kerja, Operasi dan kategori hasil usaha/result. Dari asesmen berdasarkan kriteria tersebut, PGN meraih skor 621 yang masuk dalam rentang skor 576-675 untuk kategori Emerging Industry Leader.

Penerapan KPKU sendiri dilatarbelakangi oleh tuntutan kepada BUMN untuk mampu meningkatkan daya saing sekaligus siap menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN. Selain itu, dengan berpedoman pada KPKU, BUMN dapat membangun apresiasi kinerja yang standar untuk perusahaan BUMN sebagai perangkat pemacu daya saing internal yang sehat

Dengan adanya KPKU sebagai pedoman dan alat ukur, maka BUMN diharapkan dapat merancang keunggulan kinerja organisasi, mendiagnosa sistem manajemen kinerja secara keseluruhan, mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan organisasi, serta menilai upaya perbaikan kinerja.

Selain itu, tercapainya target efektivitas Kementerian BUMN dalam menumbuhkan value pada setiap perusahaan BUMN sehingga berdampak pada perekonomian nasional dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Acara penganugerahan tersebut sedianya akan dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Namun kehadirannya diwakilkan oleh Staf Khusus Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol dan Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Ahmad Bambang.