PGN Bakal Jadi BUMN Tunggal Distribusi Gas Bumi

By 6 December 2017Umum

KE depannya, pengelolaan gas bumi bakal satu pintu. Ini terwujud berkat rencana pembentukan holding migas. Konkretnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjadi pengelola tunggal distribusi gas bumi di Tanah Air.

Langkah dari rencana itu dengan meleburkan PT Pertamina Gas (Pertagas) ke dalam PGN sebelum holding migas terbentuk. Hal itu mengingat Pertagas punya peran yang sama dengan PGN.

Bedanya, peran PGN lebih signifikan dalam distribusi gas bumi ke masyarakat luas. Pipa gas bumi PGN sejauh lebih dari 7.270 kilometer atau setara 80 persen infrastruktur gas nasional.

”Kami yakin pembentukan holding BUMN dalam upaya melakukan konsolidasi pengelolaan gas bumi akan memberi banyak manfaat bagi negara dan masyarakat banyak,” Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Rabu (6/12).

Dia menjelaskan pembentukan holding migas itu bermaksud mencegah dualisme pengelolaan hilir gas bumi domestik. Sebab, tidak hanya PGN yang bergerak di bisnis gas bumi, PT Pertamina lewat anak usahanya PT Pertagas juga bergerak di bidang usaha serupa.

”Dengan holding ini, Pertagas dilebur ke PGN, kemudian PGN menjadi anak usaha dari PT Pertamina,” ungkapnya. Proses ini merupakan keniscayaan agar tujuan holding di sektor migas bisa tercapai.

Penjelasan Hutama mengacu pada skema yang pernah disampaikan oleh Kementerian BUMN dalam berbagai kesempatan. Menurut skema tersebut, saham seri B milik negara di PGN yang mencapai 57 persen akan dialihkan ke Pertamina. Sementara itu, 100 persen saham Pertagas akan dialihkan ke PGN.

PGN menilai peleburan Pertagas ke PGN itu akan menjadikan satu entitas yang solid untuk mendukung pengelolaan energi nasional. ”Selain dapat memercepat pembangunan infrastruktur gas yang terintegrasi, penyatuan ini dapat mencapai distribusi gas yang lebih merata,” urai Hutama.

Meski demikian, sebagai perusahaan milik negara sekaligus perusahaan public yang tunduk terhadap peraturan OJK dan juga harus bertanggung jawab kepada pemegang saham minoritas, PGN menunggu proses yang masih berlangsung di pemerintah.

”Saat ini kami masih menunggu arahan dan terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian BUMN terkait rencana PGN ke depan,” tekan Hutama.