PGN Turun Tangan, Desa Jetak Bisa Miliki 10 Reaktor Biogas

By 14 December 2017Teknologi Baik

SEDIKITNYA 10 reaktor biogas berkapasitas 6-12 kubik bakal hadir di Desa Jetak, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran reaktor biogas itu bakal memposisikan desa tersebut menyandang predikat Desa Mandiri Energi.

Keberadaan reaktor yang menjadi sumber energi bagi 137 rumah tangga di desa tersebut tak lepas dari peran PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Peran itu PGN itu merupakan buah dari komitmen dukungan terhadap pengembangan energi terbarukan yang dicanangkan pemerintah.

Promotor Biogas Desa Jetak Yusmin Sunaryo menyebut dukungan PGN itu menjadikan tujuan Desa Jetak sebagai Desa Mandiri Energi segera terwujud. Dia mengakui program itu sebelumnya sempat mandeg. Beruntung, PGN turun tangan.

Reaktor biogas sendiri berfungsi mengubah kotoran manusian, binatang, maupun materi organik lainnya menjadi biogas. Nantinya biogas ini disalurkan ke rumah tangga yang dapat digunakan sebagai bahan bakar memasak sampai lampu penerangan.

“Adanya reaktor biogas dari PGN sangat bermanfaat bagi masyarakat kami di mana program yang telah dicanangkan pada 2009 ini segera teralisasikan di mana sempat stagnan di 2016. Kami meyakini dengan kehadiran PGN ini potensi Desa Jetak semakin terlihat sehingga mampu mensejahterakan masyarakatnya,” kata Yusmin dalam kegiatan Jetak Expo di Desa Jetak, Kabupaten Semarang, dalam keterangan tertulis.

Dengan potensinya Desa Wisata Pelopor Pancasila, Desa Jetak diharapkan dapat meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Satu di antaranya dengan merintis penggunaan biogas sebagai sumber energi bagi warga desa untuk keperluan keseharian.

“Bantuan yang diberikan PGN tidak hanya dalam bentuk pengadaan reaktor biogas namun PGN telah menginisiasi media edukasi mengenai pengambangan biogas seperti instalasi biogas, info grafis biogas, serta animasi cara kerja biogas sehingga masyarakat umum yang datang ke Desa Jetak mampu menyerap informasi mengenai biogas,” jelas Yusmin.

Dia menambahkan PGN turut berperan pula dalam mendorong warga desa mengembangkan potensi lainnya. Sebut saja merintis pupuk organik berbahan bislurry biogas. Nantinya pupuk itu diaplikasikan sebagai ‘sumber makanan’ pada tanaman cabai, sayur, dan buah-buahan.

Dalam kesempatan yang sama, Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono menilai dukungan PGN bisa mendorong masyarakat makin bersemangat dalam pengembangan desa.

Baca: Bisa Kok Nikmati Bersihnya Langit Jakarta Enggak Cuma Pas Lebaran Saja

“Dukungan PGN untuk pengembangan biogas diharapkan menjadi energi baik yang mampu menginspirasi tumbuh dan berkembangnya aneka potensi desa, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan energi, sehingga kesejahteraan masyarakatnya akan meningkat,” terang Heri.

PGN sendiri selama ini selalu konsisten dalam pengelolaan energi baik untuk hajat hidup penduduk Indonesia. Fokusnya tak melulu mengurus gas bumi, tapi juga mendukung pengembangan energi lokal yang aman, ramah lingkungan, berkelanjutan, sekaligus efisien.

masyarakat. Saat ini PGN telah membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa gas dengan lebih dari 7.450 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir nasional.

Seluruh pipa gas itu menjadi sumber energi bagi lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi.