Programmer Cilik Asal Indonesia Jago Bikin Aplikasi dari Nonton YouTube

BACA buku, dengarkan musik, atau nikmati panorama alam. Rata-rata itu aktivitas kebanyakan orang ketika sedang dalam perjalanan. Tapi tidak dengan bocah cilik satu ini. Dia justru menghabiskan waktu perjalanannya dengan membuat aplikasi.

Siapa pun yang mendengar kisah ini sudah pasti kagum. Termasuk juga Bos Apple Inc Tim Cook. Dia terkesima dengan kemampuan bocah bernama Yuma Soerianto. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, kemampuan coding membuat aplikasi sudah dikuasainya.

Yuma membuat aplikasi untuk membantu orangtuanya menentukan harga barang saat berpergian di negeri orang. Harga yang tertera sudah termasuk pajak plus mata uang yang berlaku di negeri tersebut. Aplikasi ini jelas sangat berguna bagi traveler yang berniat memborong oleh-oleh.

Aplikasi itulah yang dibuat Yuma selama penerbangan dari Melbourne ke Amerika Serikat. Selama duduk di kabin pesawat, Yuma mengutak-atik gadget untuk menciptakan aplikasi yang bikin kaum traveler bersorak itu. ”Keren. Kamu hebat,” ucap Tim Cook saat menemuinya dalam perhelatan Worldwide Developers Conference (WDC) di San Jose, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Bocah yang duduk di bangku Midle Park Primary School, Melbourne, Australia, itu tercatat menjadi peserta. WDC merupakan perhelatan akbar dan bergengsi yang digagas Apple untuk mempertemukan developer sedunia di satu tempat.

”Saya terkesan kamu membuat aplikasi ini di pesawat dalam hitungan jam saja. Tak sabar rasanya ingin melihat karya mu selanjutnya,” kata Tim Cook seperti dikutip dari australiaplus.com.

Nah siapakah Yuma? Kok namanya sangat familiar dengan nama yang biasa digunakan orang Indonesia. Tak salah anggapan itu karena Yuma memang keturunan Indonesia. Bahkan sang Ayah, Hendri Soerianto dengan tegas menyebut tanah kelahirannya adalah Indonesia.

”Kami tinggal di Australia selama delapan tahun. Asal saya dari Jakarta dan sempat menetap di Singapura. Di sana Yuma lahir. Saat dia berusia tiga tahun, kami pindah ke Australia,” terang Hendri.

Yuma Soerianto, bocah asal Indonesia, yang unjuk gigi di WDC (Istimewa)

Yuma mulai mengenal dunia coding saat menginjak usia enam tahun. Tahun lalu, dia sudah menuntaskan sebuah aplikasi. Sekarang, Yuma sudah memajang lima aplikasi buatannya di App Store. Aplikasi itu antara lain Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke.

Dari mana dia belajar? Ternyata cukup nonton tayangan YouTube. Yuma mengaku tak menemukan sekolah yang tepat untuk belajar coding aplikasi. "Saya pelajari adalah ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine) karena itu hal yang baru bagi saya,” kata Yuma.

Di saat bersamaan, Yuma pun juga punya akun YouTube bernama Anyone Can Code. Dia rutin mengunggah video seputar coding untuk berbagi ilmu kepada siapapun .

Yuma pun memberi tips kepada mereka yang berminat belajar coding. ”Bila sabar dan senang melakukannya, siapa saja bisa melakukan coding,” katanya.

Ketertarikan Yuma terhadap coding bisa disebut menurun dari ayahnya yang bergelut di dunia informasi dan teknologi. ”Tentu sesuatu yang bagus bila Yuma memberikan inspirasi kepada orang Indonesia untuk belajar coding,” tukas Hendri.