‘Sudah Survei ke Pelanggan, Mereka Tak Mau Lagi Pakai LPG’

By 3 December 2017Umum

SEKARANG tidak takut kehabisan gas lagi. Gasnya juga tidak menimbulkan bau.” Itulah testimoni Sri Wahyuni, warga Perumahan Sentosa Perdana, Batam, yang menjadi pelanggan gas bumi PGN.

Awalnya dia mengaku ragu memasang jaringan gas ke rumah. Namun, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari petugas, akhirnya rasa takut itu sirna. Bahkan wanita 35 tahun ini menilai gas bumi lebih aman dan tidak khawatir lagi terjadi kelangkaan gas.
"Sudah digunakan untuk memasak, gasnya sudah dialirkan sejak semalam,” ucapnya seperti dikutip dari Okezone.com.

Pendapat Sri diamini Direktur Jenderal Migas I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja. Dia menegaskan penggunaan jaringan gas ke rumah tangga lebih aman dibandingkan gas LPG.

Faktanya, tekanan gas bumi hanya 0,2 bar. Bandingkan dengan tekanan gas LPG mulai dari 5 bari sampai 7 bar. “Apinya bagus, apinya biru sangat bersih, lebih aman dari LPG," ujarnya di Batam, Kamis (12/1/2017).

Di samping aman, gas bumi pun termasuk golongan sumber energi yang murah. Tak hanya itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo menambahkan bila gas bumi PGN adalah produk asli dalam negeri.

"Gas bumi ini lebih murah, lebih aman dan ramah lingkungan. Ini juga produk asli dalam negeri," ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo beberapa waktu lalu seperti dikutip dari detik.com.

Fakta murahnya gas bumi bisa dilihat dari data PGN hingga September di mana rata-rata harga gas bumi PGN sebesar US$ 8,56 per MMBtu. Silakan bandingkan arga gas tabung 12 kg jika disetarakan seharga US$ 20,11 per MMBtu atau lebih murah lebih dari 50%. Meskipun untuk gas tabung 3 kg bersubsidi masih lebih murah yakni US$ 7,07 MMBtu.

Aplikasi PGN Mobile memudahkan beragam urusan yang terkait gas bumi.

"Rata-rata jargas jika dihitung Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per meter kubik atau US$ 9 per MMBtu. Kalau LPG harganya Rp 12.500 per meter kubik. Saya tanya ke pelanggan, nyaman enggak? Mereka nyaman," tambahnya.

Sampai akhir September lalu, tercatat PGN telah mengaliri gas bumi ke 177.170 pelanggan. Angka itu setara 0,4% dari total penjualan PGN. Dilo menambahkan angka itu belum termasuk 200 ribu pelanggan rumah tangga dari pemerintah.

"Kita sudah survei mereka mau enggak pakai LPG lagi? Katanya enggak mau, mereka lebih senang pakai gas bumi," tambahnya.

Sementara penjualan untuk pelanggan industri dan pembangkit listrik mendominasi 97,1%, meskipun jumlahnya hanya 1.739 pelanggan. Sedangkan pelanggan komersial dan UMKM sebanyak 2,5% dengan pelanggan sebanyak 1.984 pelanggan. PGN juga mencatat pelanggan distribusi perseroan meningkat lebih dari 20% setiap tahunnya.