Tahun Depan, Ibu-ibu di Mojokerto Bisa Putus Hubungan dengan Elpiji

By 12 December 2017Umum

KABAR gembira bagi warga Mojokerto, Jawa Timur. Di awal tahun depan, masyarakat di kota tersebut dapat menikmati gas bumi setelah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk PGN menuntaskan pembangunan 5.000 sambungan rumah yang terkoneksi jaringan gas (jargas).

Pembangunan jaringan gas pipa yang merupakan penugasan dari pemerintah ini diselesaikan PT PGAS Solution, anak usaha PGN, pada pertengahan November 2017.

”Jaringan pipa gas rumah tangga di Mojokerto ini telah melalui pemeriksaan akhir, sehingga telah memenuhi standar kelayakan teknis,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jargas Mojokerto, Timbul Dufy.

Dia menambahkan sambungan pipa gas yang telah selesai akan segera dialirkan gas. Pengaliran gas ke sambungan pipa rumah tangga di Mojokerto rencananya akan dimulai pada awal tahun 2018. Gas tersebut bersumber dari Lapangan Gas Husky yang dioperatori oleh CNOOC dengan volume 0,2 mmscfd.

Sedangkan pengelolaannya sendiri akan dilakukan PGN lewat Sales Area Sidoarjo-Mojokerto.Dengan tuntasnya sambungan jargas di rumah-rumah tangga di Mojokerto, Timbul mengatakan, ke depan masyarakat akan semakin dimudahkan.

”Yang sebelumnya bergantung ke elpiji (LPG) eceran akan segera memiliki aliran gas alam yang terinstal di rumah-rumah mereka. Sekaligus pembayarannya sesuai volume gas yang digunakan,” ujarnya.

Jargas (City Gas) terus diperluas jangkauannya oleh Pemerintah dan PGN sebagai pelaksana tugas konsisten mengembangkan wilayah jangkauan jargas di Jawa Timur.

Setelah pada tahun-tahun sebelumnya PGN mengelola 27.700 sambungan Jargas di rumah-rumah dan rumah susun di Kota Surabaya maka saat ini adalah momentum bagi pemekaran wilayah ke kota-kota lain di sekitar Surabaya, yang dimulai dengan Kota Mojokerto.

Pengaliran gas bumi di Kota Mojokerto sebetulnya bukan hal baru. Kota Mojokerto sebelumnya telah teraliri gas dalam Program “Sayang Ibu” sebanyak 723 rumah di Kelurahan Wates dan di Perumahan Griya Permata Ijen, dengan pemakaian rata-rata 11.000m3 setiap bulannnya.

Program sayang Ibu adalah sambungan gas rumah tangga tanpa APBN, pembangunan infrastruktur pipa langsung melalui Korporasi dengan dikenakan biaya sambungan seperti halnya awal berlangganan listrik maupun air minum.

Sedangkan 5.000 sambungan jargas yang baru ini, dilaksanakan dengan APBN dari Pemerintah dan tidak dikenakan biaya sambungan sama sekali.

Di Jawa Timur, saat ini, PGN telah memiliki pelanggan Rumah Tangga di Kota Surabaya (Jargas dan Sayang Ibu), Kabupaten Sidoarjo (Sayang Ibu), Mojokerto (Sayang Ibu), dan Pasuruan (Sayang Ibu). Pelanggan tersebut tersebar di sejumlah kota.

Di Surabaya, berupa pelanggan Jargas APBN sebanyak 24.000 pelanggan Jargas (proyek 2016) dan 2.719 pelanggan Jargas ex-BUMD Petro Jatim Utama yang pengoperasiannya dipindahtugaskan kepada PGN, ditambah 7000 pelanggan “PGN Sayang Ibu”.

Sedangkan di Kota Pasuruan, terdapat 364 pelanggan Sayang Ibu (Kabupaten Pasuruan 196 pelanggan, Kota Pasuruan 168 pelanggan), Sidoarjo sebanyak 5.920 pelanggan Rumah Tangga “Sayang Ibu”.