Tak Ada Lagi Pemandangan Truk Sampah Milik DKI Semburkan Asap Hitam

By 23 October 2017Umum

SEBENTAR lagi bakal tak lagi temukan truk sampah milik Pemprov DKI antre isi solar di SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum). Truk yang turut bertanggung jawab terhadap kebersihan Ibu Kota itu sudah beralih menggunakan bahan bakar gas (BBG).

Rencana itu siap direalisasikan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta di tahun depan. Sebagai langkah awal, truk sampah itu bakal dipasangkan teknologi converter kit.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan sudah berdiskusi dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait rencana tersebut. Hal itu mengingat penggunaan BBG dinilai lebih efisian dibanding BBM sekaligus ramah lingkungan.

"Kami ingin truk kita beralih dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) . Nanti akan kami pasang converter kit agar bisa mengkonsumsi BBG," katanya seperti dikutip dari beritajakarta.com.

Di pasaran sendiri, rata-rata harga converter kit di kisaran Rp 15-20 juta. Agar bisa efektif dalam pelaksanaannya, Isnawa bakal mengajak PGN bekerjasama dalam pelaksanaan program penggunaan BBG pada truk sampah. "Pada 2018 nanti, kami berharap akan ada truk sampah menggunakan BBG," tandasnya.

Baca: Kenalan dengan Konverter Kit yang Jadikan Mobil Berstatus 'Hybrid Dual System"  

PGN sendiri sudah menyiapkan infrastruktur SPBG yang memudahkan pengisian BBG untuk kendaraan. Baru-baru ini, PGN mengoperasikan SPBG di Klender bersamaan dengan ulang tahun PGN ke-52.

SPBG milik PGN (esdm.go.id)

SPBG di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, merupakan SPBG ke-11 yang dibangun dan dioperasikan PGN. SPBG itu sendiri berkapasitas 1 juta kaki kubik per kaki yang dilengkapi 2 unit NGV (Natural Gas Vehicle) dispenser dan 1 unit trailer dispenser. Nantinya NGV ini yang bakal melayani pengisian BBG untuk truk sampah.

"Kami akan tetap berkomitmen membangun infrastruktur gas bumi nasional. Saat ini kami sedang mengembangan infrastruktur SPBG dengan membangun dan mengoperasikan SPBG di wilayah Cilegon dan Serang," kata Direktur Komersial PT Gagas Energi Indonesia Dian Kuncoro dalam keterangan resmi.

Jadi jangan heran bila kebetulan bersua truk sampah di jalanan, tak ada lagi asap hitam yang menyembur dari knalpot. Hal ini karena penggunaan BBG membuat emisi gas buang lebih bersih ketimbang BBG karena CO2-nya lebih rendah.

Foto: breakingnews.co.id