Tempat Usaha Belum Terjangkau Jaringan Gas PGN? Jangan Patah Hati Dulu

By 24 September 2017Umum

TAK perlu patah hati ketika tempat usaha belum terjangkau jaringan gas (jargas) milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Perusahaan pelat merah ini punya solusinya, yakni Gaslink.

Lewat produk Gaslink, maka gas bumi diproses sedemikian rupa menjadi compressed natural gas (CNG) yang kemudian didistribusikan lewat kendaraan. "Langkah ini sebagai cara PGN untuk mendistribusikan gas bumi untuk wilayah-wilayah yang belum ada pipa gas bumi," kata Director of Commerce PGN Danny Praditya dalam keterangan tertulis.

Dia menambahkan produk dari PT Gagas Energi Indonesia yang merupakan anak usaha PGN itu dapat dimanfaatkan pelaku usaha seperti industri menengah, restoran, hotel, dan lain-lain.

”Mereka dapat menikmati gas bumi dari PGN yang efisien dan bersih tanpa harus menunggu pembangunan pipa gas,” tekan Danny.

Kehadiran Gaslink menjadi bukti transformasi PGN yang tak hanya menawarkan jasa pendistribusian gas saja tapi juga menjadi perusahaan yang memberikan solusi penyediaan energi terintegrasi lewat konsep 360 degree solution.

PGN blusukan ke mal kampanyekan energi baik.

Konsep inilah yang membawa PGN berperan sebagai penyedia solusi terintegrasi lewat pemanfaatan gas bumi yang menyeluruh. Mulai dari penyediaan gas bumi, solusi infrastruktur gas, utilitasi gas, sampai jasa pendukung seperti jasa operasi dan pemeliharaan, sistem ICT, sampai layanan engineering lainnya.

"Konsep 360 degree solution, PGN dapat memberikan layanan dari hulu hingga hilir, mampu menyediakan solusi penyediaan energi mulai dari tenaga listrik, peralatan gas bumi, operasi dan pemeliharaan sistem pemanfaatan gas bumi melalui pipa gas, LNG, dan CNG," papar Danny.

Khusus Gaslink sendiri bukanlah produk yang baru. Sejak awal tahun 2016, produk tersebut sudah dilepas ke pasar. Bahkan menurut Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Ahmad Cahyadi, sudah cukup banyak pelaku usaha yang menggunakan Gaslink.

"Pelanggan dapat menghemat lebih dari 20 persen dibandingkan pemakaian LPG,"ucap Cahyadi seraya menambahkan sementara ini Gaslink memang ditargetkan kepada segmen komersial.