Pesan Naufal yang Jadikan Pohon Kedondong Sumber Listrik

NAUFAL RAZIQ. Begitu nama bocah yang menjadi perhatian publik di Tanah Air. Usianya baru 15 tahun dan berasal dari pelosok Aceh, tepatnya di Kota Langsa. Tapi temuannya berupa listrik dari pohon kedondong menjadi fenomenal.

Bukan cuma publik dan netizen saja yang penasaran dengan temuan bocah yang masih duduk di bangku SMP. Menteri ESDM Ignasius Jonan pun sampai-sampai mengundang Naufal secara khusus ke kantornya di Jakarta.

Mantan Menteri Perhubungan itu ingin secara khusus Naufal menjelaskan bagaimana pohon kedondong bisa memproduksi listrik. Dan, dengan semangat Naufal membeberkan temuannya yang menjadi fenomenal tersebut.

Biar menjawab rasa penasaran seperti yang ditunjukkan Menteri Jonan, yuk ikuti bagaimana ceritanya cara kerja listrik yang dijelaskan Naufal itu. Berikut ini penjelasan yang dirangkum dari berbagai sumber.

Cerita berawal dari kegelisahan Naufal yang melihat rumah tinggalnya belum teraliri listrik. Lantas ide membuat listrik sederhana terbesit di pikirannya saat mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengundang Naufal (IST)

Dalam pelajaran itu, Naufal tertarik dengan penjelasan gurunya seputar buah-buahan asam yang dapat menghasilan energy listrik. Dari sinilah Naufal bertekad untuk mencari tahu lebih banyak.

Bermodalkan pengetahuan yang didapat dari bangku sekolah, Naufal langsung beraksi. Dia mencoba berbagai macam pohon buah. Mulai dari belimbing, mangga sampai asam jawa. Menurut pengakuannya, sedikitnya 60 kali percobaan sudah dilakukan.

Sampai pada akhirnya, percobaan itu membawanya untuk menguji pohon kedondong pagar. "Masing-masing pohon itu ada keunggulannya. Kenapa kedondong pagar? Karena, memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita kupaskan kulitnya dia tidak busuk malah menyembuhkan dirinya, recovery," bebernya seperti dikutip dari Antara.

Pohon kedondong pagar punya batang yang lebih tebal. Kebetulan lagi, jenis pohon itu banyak tumbuh di sekitar rumah Naufal. Dia meyakini bisa memanfaatkan zat asam di tubuh pohon kedondong karena mengandung listrik.

Asumsinya sederhana. Pohon kedondong merupakan pohon kayu dengan getah dengan kandungan zat asam lebih tinggi dari jenis pohon lainnya. Intinya, Naufal mengejar kadar keasaman pohon kedondong yang dinilai lebih ideal.

Agar listrik di pohon kedondong dapat dimanfaatkan, Naufal membuat rangkaian sederhana. Rinciannya antara lain pipa tembaga, kabel, batangan besi, kapasitor, dan dioda. Semuanya dirangkai yang kemudian dihubungkan secara seri atau paralel ke pohon kedondong.

Naufal sengaja memasang rangkaian itu di pohon kedondong berdiameter batang yang besar agar mendapatkan voltase listrik yang lebih besar pula. Listrik yang dihasilkan lantas ditampung di baterai sebagai wadah penyimpanan.

Dari percobaan itu, pohon kedondong terbukti menghasilkan energi listrik sebesar 0,5-1 volt yang sanggup menghidupkan dua lampu LED. Tapi penyedotan listrik tidak bisa terus-terusan karena pohon kedondong butuh waktu lama menormalkan lagi zat asamnya.

Temuan Naufal ini sudah diuji Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kesimpulannya, enam pohon kedondong hanya sanggup menghidupkan satu lampu dengan energi lsitrik 1,7 watt kurang dari satu jam.

Meski dinilai belum mencukup kebutuhan listrik secara wajar, tapi temuan Naufal tetap diapresiasi. Di usia yang masih belia, Naufal sudah menyadari problema di sekelilingnya dan berusaha keras mencari solusi. Dan itu yang menjadi keunggulan Naufal.