Total sudah 2.021 Konverter Kit PGN Bagikan di Tahun 2017

By 27 September 2017Umum

BUKAN zamannya lagi antre di SPBU. Itu masa lalu. Sekarang eranya serba bahan bakar gas (BBG). Penggunaan BBG di mobil sebuah keniscayaan. Sudah saatnya menerima energi terbarukan yang tak sekadar murah, ramah lingkungan, tapi juga lebih oke kadar oktannya.

Sudah cukup lama industri automotif di negeri ini dininabobokan bahan bakar minyak (BBM). Tak heran bila semua kendaraan yang wara-wiri maupun yang masih di showroom hanya dimonopoli mesin bensin dan diesel.

Tapi sekarang PGN menawarkan tambahan model mesin hybrid alias mengadopsi dua sistem bahan bakar ganda (dual fuel system).

Dalam sebuah kesempatan, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengakui banyak kendaraan yang ingin beralih ke BBG saat dirinya menjabat Menteri Perhubungan. Keinginan itu berangkat dari banyaknya benefit yang diperoleh.

Utamanya lebih hemat karena harga BBG lebih miring dari BBM. Saat ini harga BBG Rp 3.100 per liter setara premium (lsp), jauh lebih murah dari Premium Rp 6.450 untuk di wilayah penugasan, di luar wiayah Jawa, Madura dan Bali.

"Kenapa harus mengubah jadi gas? Satu lebih murah, kalau tidak lebih murah, insentif untuk user tidak ada, terus animo pasti kecil," kata Jonan, ‎acara 11th Natural Gas Vehicles and Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition ke-11, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Dia menegaskan penggunaan BBG akan meningkatkan performa mesin karena kandungan RON pada BBG di atas 95. Alhasil, pembakaran di ruang bakar mesin menjadi lebih sempurna dan bertenaga. Ujungnya, gas buang pembakaran mesin lebih bersih sehingga ramah lingkungan.

Kendaraan yang terpasang konverter kit (kompas.com)

Di sini peran penting PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN). Konkretnya dengan aktif membagikan konverter kit yang menjadi piranti wajib di kendaraan untuk menikmati BBG. Tercatat, sudah ribuan konverter kit yang dibagikan PGN di seluruh Indonesia.

"Tahun ini saja, PGN sudah mendistribusikan 2.021 konverter kit di 12 lokasi dam MRU," kata Area Head PGN Surabaya Misbachul Munir, seperti dikutip dari situs resmi PGN, Selasa (5/9).

Terbaru, giliran Kota Surabaya yang mendapat jatah 341 konverter kit. Seluruh piranti tersebut dipasang di kendaraan dinas pemerintah dan angkutan kota. Bagi penerima bantuan, konverter kit juga menjadi solusi efektif menekan pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan.

Simak saja perhitungannya. Bila dihitung pengeluarannya setara per liter harga gas untuk kendaraan di SPBG PGN Ngagel adalah Rp4500/lsp. "Pengguna akan mendapatkan manfaat efisiensi dari digunakannya konverter kit, dalam setahun penghematan yang bisa dicapai adalah Rp1,5 juta, atau 20% - 40% dibanding bbm non subsidi," tukas Munir.