Yati dan Nanik Buktikan Bisnisnya Lebih Produktif Sejak Jadi Pelanggan Gas Bumi

By 3 January 2018Umum

SUDAH banyak fakta yang tersaji betapa penggunaan energi, dalam hal ini gas bumi, berkaitan erat dengan kemakmuran. Satu di antaranya yang dirasakan langsung warga Desa Sumber, Kradenan, Blora. Kehadiran gas bumi yang disodorkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menggeliatkan roda bisnis di desa tersebut.

Sedikitnya 20 warga Desa Sumber merasakan sendiri usaha kecil di bidang kuliner lebih berkembang setelah mengkonversi penggunaan bahan bakar minyak ke gas. Yati Ngadilah membuktikan sendiri betapa gas bumi membuat kantongnya lebih tebal.

Perempuan 65 tahun ini sudah setahun mengandalkan gas bumi untuk menopang usaha makanan rica-rica yang digelutinya. Tak hanya efisien dan jaminan pasokan saja, pengeluaran untuk biaya bahan bakar berkurang drastis.

“Sudah 9 tahun saya bisnis kuliner rica-rica ayam, kodok, bekicot dan biawak. Awalnya pakai kayu bakar untuk memasah, kemudian beralih gas elpiji. Namun sejak setahun lalu ditawari penyaluran gas bumi PGN. Sejak itu saya membuktikan hematnya dengan gas bumi. Biasa pakai elpiji 3 kg sebulan bisa Rp 500 ribu, kalau pakai gas bumi cuma Rp 140 ribu,” jelasnya seperti dikutip dari suaramerdeka.com.

Bukan itu saja, Yati mengaku gas bumi membuatnya lebih produktif dalam berbisnis. Utamanya adalah membuat durasi memasak lebih singkat. Dengan begitu, dia bisa membagi konsentrasinya untuk kegiatan lain.

Tambahan lagi, Yati seringkali mesti menambah waktu memasaknya hingga malam hari untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dalam sehari, dia mampu menjual rica-rica ayam hingga 22 kg, kodok 12 kg, bekicot 12 kg, sampai biawak 10 kg.

“Kalau pakai gas bumi kan tinggal buka kran api nyala kapan saja. Kalau gas elpiji kita pas lembur malam, jika habis ini menjadi kendala. Jarak beli elpiji jauh dan kalau malam susah,” ujarnya.

Pelanggan gas bumi PGN untuk rumah tangga.

Berkembangnya bisnis ibu satu anak ini pada akhirnya mengangkat level kesejahterannya. Perputaran uang dari bisnis rica-rica itu membuat Yati mudah menyekolahkan anaknya hingga sekolah kejuruan tingkat atas.

Yati tak sendirian yang merasakan langsung perubahan hidupnya dari gas bumi. Usaha katering Nanik Darini pun juga makin maju setelah menjadi pelanggan gas bumi.

Perempuan 59 tahun ini sudah bisa melenyapkan rasa khawatir jika ada kelangkaan elpiji di kawasannya. Kebingunan mencari elpiji sudah menjadi masa lalu bagi Nanik.

“Sangat dirasakan sekali manfaatnya gas bumi PGN. Sejak 10 bulan saya pakai, irit sekali dan kalau nglembur malam tidak binggung cari gas elpiji. Kalau pakai elpiji tabung 3 kg sehari habis, kalau gas bumi cukup Rp 200 ribu per bulannya. Hingga kini kami mampu menambah 5 orang karyawan dari warga sekitar untuk membesarkan usaha ini,” paparnya.